Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 261. The Lunar Oath

Share

261. The Lunar Oath

Author: malapalas
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-15 14:24:36

"Kenapa?" Aaron memperhatikan ekspresi Fay yang masih mematung. "Apa kamu nggak mau menikah denganku?"

Fay spontan mengerjapkan mata, berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya yang sempat melayang.

"Bukan begitu. Aku ... aku hanya merasa ini terlalu mendadak. Kita—"

"Aku tahu ini terlalu cepat," sela Aaron, memotong kalimat Fay dengan nada suara yang mendadak berkejaran dengan waktu. "Tapi kita nggak punya pilihan, Fay. Hanya tersisa beberapa hari sebelum Tetua Marcus dan Dewan Tetua mengambil
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Sang Alpha   261. The Lunar Oath

    "Kenapa?" Aaron memperhatikan ekspresi Fay yang masih mematung. "Apa kamu nggak mau menikah denganku?"Fay spontan mengerjapkan mata, berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya yang sempat melayang."Bukan begitu. Aku ... aku hanya merasa ini terlalu mendadak. Kita—""Aku tahu ini terlalu cepat," sela Aaron, memotong kalimat Fay dengan nada suara yang mendadak berkejaran dengan waktu. "Tapi kita nggak punya pilihan, Fay. Hanya tersisa beberapa hari sebelum Tetua Marcus dan Dewan Tetua mengambil tindakan."Fay mengernyit bingung, merasakan firasat buruk yang mulai merayap. "Maksud kamu?""Jika kita melewati batas lima hari yang ditentukan, artinya mereka pasti akan mengambil Arsen.""Nggak!" sahut Fay dengan nada tinggi, naluri keibuannya seketika berontak. Ia menggeleng keras. "Nggak akan kubiarkan mereka menyentuh anakku, Aaron. Nggak akan pernah.""Aku juga nggak akan membiarkan itu terjadi," sahut Aaron tegas. "Satu-satunya cara mengunci pergerakan mereka adalah dengan pernikahan k

  • Anak Rahasia Sang Alpha   260. Dosa yang Tak Terhapus

    Aaron masih menggenggam kedua tangan Fay. Namun, kali ini tidak ada lagi senyum di wajahnya.Raut wajah pria itu tampak begitu serius, seolah apa yang akan diceritakannya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan luka yang selama bertahun-tahun tidak pernah benar-benar sembuh.“Fay...,” panggil Aaron pelan."Ya?"“Apa kamu masih ingat saat aku pernah menceritakan bagaimana kedua orang tuaku meninggal malam itu?”Fay menelan ludah.Tentu saja ia masih mengingatnya.Bagaimana mungkin ia melupakan kisah tentang seorang anak berusia delapan tahun yang pulang untuk menemui kedua orang tuanya, tetapi justru mendapati rumahnya telah berubah menjadi tempat kematian?“Aku ingat,” jawab Fay lirih.“Malam itu juga....” Suara Aaron terdengar begitu berat. “Tubuh kecilku akhirnya kehilangan kendali.”Fay terenyak. Detak jantungnya seolah berhenti sesaat mendengar pengakuan itu.Aaron menghela napas pelan, lalu mulai menceritakan apa yang selama ini tersimpan jauh di dalam dirinya.“Malam itu huj

  • Anak Rahasia Sang Alpha   259. Masa Lalu yang Terkubur

    “Aku nggak cemburu,” gumam Fay, menyuarakan pembelaan terakhirnya yang terdengar rapuh.“Fay,” panggil Aaron pelan.Lengan kokohnya yang melingkar di pinggang Fay sedikit mengetat, seolah menuntut kejujuran tanpa perlu ada dusta di antara mereka.Fay meremas pelan kemeja Aaron, menyalurkan rasa sesak yang mulai membelit. “Aku cuma nggak suka dia.”“Kenapa?” tanya Aaron. Pria itu sedikit memiringkan kepala, berusaha menangkap ekspresi Fay yang mulai meredup.“Karena dia juga nggak suka aku.”Aaron terdiam. Sorot matanya melembut, dipenuhi rasa bersalah yang mendalam saat menyadari ada luka tersembunyi di balik kemarahan wanitanya.Fay melanjutkan dengan wajah semakin murung. Ia menatap lurus pada kancing kemeja Aaron dengan tatapan terluka.“Dia datang ke kamar Arsen, mengancam mau mengambilnya, menyebut darah anak kita sebagai masalah, lalu bicara kepadamu seolah aku ini nggak ada.”Aaron mendengarkan tanpa menyela, membiarkan perempuan itu menumpahkan seluruh unek-uneknya.“Aku tahu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   258. Kecemburuan Sang Luna

    Aaron mengernyit. “Fay?”Nada suaranya begitu tenang dan sabar.“Kenapa harus menikah denganku?” tanya Fay tiba-tiba, terdengar tajam dan menusuk.Alis Aaron bertaut bingung. Ia benar-benar tidak mengerti arah pembicaraan itu.“Karena aku mencintaimu.”Fay menepis tangan Aaron dari dagunya, berusaha tak terpengaruh akan jawaban pria itu.“Harusnya kamu nikahi Lira saja,” sahutnya dengan bibir cemberut.​Aaron tercengang sesaat. Lira?Kali ini ia benar-benar tidak menyangka nama itu akan muncul.Fay sendiri merasa dadanya semakin panas setelah mengucapkannya. Ia tahu dirinya terdengar kekanak-kanakan. Namun, setiap kali mengingat cara wanita itu berbicara kepada Aaron, bagaimana ia menyebut nama Aaron dengan begitu lembut, dan bagaimana ia mengungkit bahwa Aaron pernah melindunginya, hatinya terasa sakit.Yang paling membuatnya kesal adalah Aaron tidak menjelaskan siapa wanita itu.Dan semakin Aaron diam, semakin banyak hal yang berputar di kepala Fay.“Kenapa diam?” tanya Fay ketus.I

  • Anak Rahasia Sang Alpha   257. Kejutan Sang Alpha

    Sepulang dari kantor, Aaron tidak langsung menuju kamar. Begitu memasuki mansion, pria itu justru berbelok menuju rumah kaca. Sejak mengetahui tempat itu menjadi salah satu tempat favorit Fay, Aaron tidak pernah menyesal telah membangunnya. Bahkan calon ibu mertuanya, juga terlihat semakin menyukai bangunan beratap kaca itu. Ketika pintu rumah kaca dibuka, aroma bunga langsung menyambutnya. Cahaya sore menembus atap kaca dan jatuh di antara deretan tanaman yang tertata rapi. Aaron melangkah masuk. Namun, baru beberapa langkah, ia berhenti. Di salah satu sudut ruangan, Fay sedang duduk di kursi santai sambil menggendong Arsen. Di sampingnya, Elena duduk dengan secangkir teh di tangan. Sepiring kue berada di atas meja kecil di antara mereka. Keduanya tampak sedang bercanda. Sesekali terdengar tawa ringan Fay, disusul senyum Elena ketika melihat cucunya yang menggeliat kecil dalam pelukan ibunya. Mereka begitu menikmati suasana hingga sama sekali tidak menyadari kehadiran Aaron. Pr

  • Anak Rahasia Sang Alpha   256. Strategi Sang Alpha

    Adrian dan Lucien berdiri kaku di tempatnya. Keduanya tahu hubungan Aaron dan Fay bukan lagi sekadar hubungan antara seorang Alpha dan pasangannya.Fay telah menjadi bagian terpenting dalam hidup Aaron. Namun, mengadakan pernikahan besar dalam keadaan seperti sekarang berarti membuka seluruh kehidupan mereka kepada lebih banyak orang."Tuan." Adrian akhirnya bersuara. "Anda serius?"Aaron menatapnya datar. "Ya."Ia justru tampak sudah memikirkan hal tersebut.“Aku ingin semuanya disiapkan dengan sempurna,” ucapnya tenang.Adrian perlahan mengambil buku catatannya. “Seberapa besar pesta yang Anda inginkan, Tuan?”“Sebesar mungkin.” Tidak ada keraguan dalam jawabannya. “Aku ingin pesta yang layak untuk seorang Luna.”Adrian menghentikan gerakan tangannya. Sementara Aaron yang duduk di kursi terlihat begitu santai.“Fay nggak akan mendapatkan pesta kecil yang hanya dihadiri beberapa orang. Aku ingin semua orang tahu kedudukannya.”Tatapannya berubah lebih serius.“Dia adalah pasanganku.

  • Anak Rahasia Sang Alpha   3. Ibu Lebih Takut pada Omongan Orang

    Aku pulang ke rumah dengan kaki gemetar. Tas kerja yang biasanya ringan, kini terasa sangat berat seolah di dalamnya tersimpan bahan peledak yang siap menghancurkan hidupku.Namun, beban terberat sesungguhnya ada di saku jaketku. Sebuah kotak kecil berisi benda dengan dua garis merah yang rasanya l

  • Anak Rahasia Sang Alpha   6. Di Bawah Kuasa Sang Predator

    "Aaron, saya hanya ingin resign," kataku, mencoba terdengar tegas meski kakiku sudah seperti jeli."Dan aku adalah CEO-nya, Fay. Keputusanku mutlak," sahutnya datar. Kilatan emas di matanya meredup, kembali menjadi hitam, namun tekanan dari tubuh tegapnya tidak berkurang. "Rupanya kamu butuh waktu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   5. Aroma yang Menjerat

    Rapat berlangsung layaknya siksaan yang lambat. Aku berdiri di sudut ruangan, meremas surat pengunduran diri di dalam saku rokku yang kini terasa seperti barang bukti kejahatan. Sepasang mata elangnya yang tajam itu sesekali melirikku, seakan memastikan mangsanya tidak melompat keluar jendela.​"Fok

  • Anak Rahasia Sang Alpha   4. Jangan Pernah Berpikir untuk Lari

    Aku menyeka air mata yang jatuh tanpa permisi. Belum sempat aku menenangkan diri, ponsel di atas meja kamarku bergetar hebat. Sebuah notifikasi masuk.PANGGILAN MENDADAK UNTUK BESOK PAGI: RUANG RAPAT UTAMA - LANTAI 20. SELURUH STAF DIVISI TERKAIT WAJIB HADIR.Jantungku mencelos. Lantai 20 adalah wil

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status