Seragam hijau Nida merosot jatuh ke atas lantai ubin yang basah oleh uap autoklaf.Permukaan kulit punggungnya terekspos langsung menyentuh rak stainless steel yang dingin.Nida menggigit telapak tangannya sendiri menahan suara guncangan dadanya."Katakan pada pasien, itu darah kambing dari pasar," perintah Leo dengan suara bariton menembus pelat pintu besi."Baik, Dokter Leo. Saya akan urus kekacauan di depan," balas Ayu terdengar menjauh.Langkah sepatu pantofel bidan itu memudar tertelan keributan ruang tunggu.Leo menatap bahu Nida yang bergetar pelan.Tangannya merapikan kembali pakaian dalam wanita itu dengan gerakan efisien."Pakai kembali seragammu," instruksi Leo menarik resleting punggung Nida ke atas."Tetap di ruangan ini sampai aku kembali membawa suamimu."Nida mengangguk cepat sambil mengancingkan kerah seragamnya dengan jemari gemetar."Jangan lakukan hal bodoh yang membahayakan nyawanya, Dokter," bisik Nida tertahan."Aku tidak pernah bertaruh untuk hal yang tidak pas
Baca selengkapnya