Pukul 17.05, Reyner turun dari mobilnya. Kemeja kerjanya tampak kusut, sepadan dengan raut wajahnya yang menyiratkan kelelahan hebat. Tepat saat ia hendak melangkah, ponselnya berdering nyaring menampilkan nama Kimmy di layar."Halo, ada apa?" suaranya terdengar tanpa minat."Bisa tidak kamu mampir sebentar ke kos yang aku share location tadi? Sendiri saja, tanpa Lana," pinta Kimmy dengan nada manja."Bukannya tidak bisa, tapi aku tidak mau. Sudah ya, sampai nanti malam kujemput makan malam bersama Lana," tutup Reyner sepihak tanpa menunggu protes lebih lanjut.Ia melangkah masuk ke lorong kontrakan dengan tas kerja tersampir di bahu. Namun, tepat di belokan, Nana muncul seolah-olah mereka berpapasan tanpa sengaja padahal wanita itu sudah berjaga di sana sejak tadi."Aduh, Mas Reyner baru pulang ya? Jam segini kok baru kelihatan, pasti capek banget ya mas ngurus proyek panas-panasan begitu?""Iya, Mbak Nana. Mari, duluan ya,
Read more