“Tenanglah,” bisiknya lembut. “Aku tidak akan menyakitimu,” ujar Anthony lirih sambil mengusap pipinya. “Aku melakukan ini agar kau siap, aku tidak ingin membuatmu terluka saat milikku memenuhimu. Ini sangat sempit, kau tahu?” Ara mengangguk pelan meski napasnya masih gemetar. Namun, ketika Anthony kembali mendekat dan memberi sentuhan yang lebih dalam dari sebelumnya, tubuh Ara refleks menegang. Jemarinya langsung mencengkeram kuat lengan pria itu sementara isakan kecil lolos dari bibirnya. Anthony memperhatikannya dalam diam, merekam setiap ekspresi yang tersaji di hadapan matanya. Dengan Dengan hati-hati, dia melonggarkan sabuk yang melilit pinggangnya, kemudian melepaskan kaitan kancing celana tanpa menghentikan kegiatannya untuk menyiapkan Ara. Membayangkan dirinya menerobos pusat si gadis, membuat miliknya berkedut antusias Dia bergerak perlahan, tetap menjaga sentuhannya seolah takut membuat gadis itu benar-benar ketakutan. Namun, di balik sorot
최신 업데이트 : 2026-05-15 더 보기