Ara merasa setiap inci tubuhnya bergetar hebat. Suara bising yang sebelumnya menghantam pendengarannya, disusul cahaya menyilaukan yang menelan segalanya dalam gelap. Kalau saja detak jantungnya tidak berdentum liar, bergema sampai ke telinganya sendiri, Ara mengira dirinya telah mati. Perlahan, Ara membuka matanya. Pandangan pertama yang tertangkap adalah sosok seseorang dengan lengan yang memeluknya erat. Sorot matanya tajam, menelanjangi, dipenuhi sesuatu yang membuat napas Ara tercekat. Keinginan. Di detik itu juga, kesadaran menghantamnya. Ara tahu siapa, atau lebih tepatnya, apa yang sedang memeluknya. Refleks, dia mendorong tubuh pria itu dan menjauh, melangkah mundur beberapa kali sambil terhuyung, sebelum akhirnya Ara mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Jalan raya. Lampu kendaraan. Trotoar. Dan sekarang, dirinya berada di pinggir jalan. Dirinya masih hidup. Helaan napas lega hampir saja lolos, tetapi langsung tercekat di tenggorokan saat mengingat siapa yang berdiri d
Terakhir Diperbarui : 2026-05-02 Baca selengkapnya