"Tunggu apa lagi? Lepaskan pakaianmu," ujar Anthony, bibirnya menggariskan senyuman tipis. "Bukankah tadi kau sendiri yang mengajakku mandi bersama?" Apa Ara masih bisa menarik ucapannya? Kalau dipikir-pikir lagi, ini benar-benar memalukan. Apa yang merasukinya sampai berani mengajak tuan Wallenstein mandi bersama? Namun, nasi sudah menjadi bubur. Ara tidak mungkin menarik kata-katanya sekarang. Dengan gugup, dia mulai membuka kancing kemejanya satu per satu. Akan tetapi, gerakannya mendadak berhenti ketika suara ritsleting terdengar dari arah sang tuan. Perlahan, dia melirik ke arah Anthony, dan saat itu juga wajahnya diserbu panas luar biasa. Ya, Tuhan .... Ara merasa dirinya berubah menjadi orang mesum karena terus membayangkan benda besar itu kembali memasuki dirinya, bergerak di dalam sana, lalu membuatnya mendesah tak berdaya seperti semalam. Dasar bodoh! Enyah kau, pikiran kotor! "Ara, ada yang sa
Terakhir Diperbarui : 2026-05-17 Baca selengkapnya