“Sepertinya ada yang memanggilku.” “Istriku, Ilayda. Kenapa kau kemari? Aku sudah menyuruhmu untuk menunggu.” Sosok itu turun dari bagal putih dengan anggun. Gaun hitam malam yang membalut tubuhnya menyapu tanah, memperlihatkan bahu hingga belahan dada. Rambut legamnya menjuntai panjang hingga menyentuh tanah, dihiasi cabang-cabang hijau yang melingkar di kepalanya. Matanya sayu, tetapi indah, pupilnya menyempit seperti milik kucing, berwarna kuning kehijauan. “Aku bosan menunggu,” sahutnya ringan. “Lagipula, aku ingin bertemu manusia yang dibicarakan para periku.” Ilayda—istri Hope Nightray, sekaligus the Queen of Fairies—berjalan mendekat ke sisi Hope, sementara rombongannya—bagal putih berhias bunga, tiga anjing hitam bermata biru, dan Spriggan—menunggu di belakang. “Dia tidak terlihat sehat,” ujar Ilayda pelan, memperhatikan wajah pucat Ara yang meringis menahan sakit. Raut wajahnya berub
최신 업데이트 : 2026-05-09 더 보기