“Aku pikir Kapten itu mengirim pengawal untuk menemaniku di sini.”“Kamu menolak, untuk apa aku memaksa? Toh, nyawa ditanggung yang punya badan,” jawab Hazel saat Sisi menghubungi.“Lalu, lelaki itu siapa?”“Arfin, dia adalah seorang TNI yang dtugaskan Jendral Edi untuk mengawalmu. Beliau merasa bertanggung jawab atas semua ini. JUga, beliau sudah datang ke sana kan?”“Sudah, dan itu malah bikin aku jadi tambah sedih, Kapten.”“Gak apa apa sedih, kamu kan wanita. Ya wajar.”“Apa hubungannya wanita dan kesedihan?”“Ya wanita kan hobi nangis. Udah dulu lah ya, aku mau ada kajian.”“Kajian? Kapten ngaji?”“Bawel!”Sisi menghela napas panjang, rasanya gatal tangan itu untuk diam saja tidak melakukan pekerjaan. Dia pun hanya bisa mendengar kabar teman temannya yang sedang menjalankan misi di luar sana. Arfin masuk, sekarang dia tak lagi menjadi Ners karena Sisi sudah mengenalnya. Sebagai lelaki biasa yang hanya memakai baju formal dan pakaian biasa ala penjenguk pasien.“Kamu sampai kapan
Read more