“Mana ada begitu, kita kan sama-sama capek. Lagian, bosan banget di rumah. Eh, dia siapa? Kok kayak ngeliatin kita terus.”Andini tak nyaman dengan tatapan mata Digo, dia khawatir lagi itu untuk berbuat yang tidak tidak diketahuinya dan mengganggu pekerjaannya dan Sisi.“Pengunjung biasa, dia nggak akan lama-lama kok di sini. Bos duduk di kasir aja, aku mau lap meja.”Sisi mendekat ke arah Digo, dia menatap tajam lelaki itu.“Mending kamu balik sebelum aku ajak kamu duel malam ini.”“Seru kayaknya. Coba aja lah, aku kangen malah gelut sama kamu.”“Digo … ayolah!”Digo terkekeh dan menyentil dagu Sisi, dia berdiri dan memberi kecupan jarak jauh.“Aku akan menghubungimu nanti, Beb.”Digo pergi, amarah Sisi malah … semakin memuncak. Ia menutup mata sejenak, menarik napas dalam-dalam agar tidak melempar sesuatu ke arah Digo yang baru saja melenggang pergi dengan
Read more