Dreett ponsel Vivian berdering, Nina yang menghubungi. Ia pun menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan. Matanya sudah berembun, padahal ia sudah berusaha untuk tetap kuat dan untuknya Rayan sudah pergi jadi tak melihatnya seperti ini, lalu setelah mengusap air matanya ia pun menjawab panggilan itu. "Ya, Nin," katanya. "Vi, Nona Cila nangis terus, aku bingung," kata Nina. Ia sadar sudah hampir dua jam ia meninggalkan bayi itu, tentunya ia sudah haus. "Aku pulang sekarang," katanya. Kemudian ia segera berlari keluar untuk mencari ojek, lalu membawanya pulang ke rumah. Ia pergi tanpa berpamitan pada ibu mertuanya, bahkan acara juga belum selesai. Dan saat ia tiba di mansion Arsen, ponselnya pun berdering. "Halo, Ma," jawabnya. "Kamu dimana? Acara belum selesai," kata Fara sedikit kesal. "Maaf, Ma. Vivian ada urusan mendesak," katanya. "Urusan apasih, kamu ini ya," kata wanita paruh baya itu terdengar kecewa kemudian panggilan pun berakhir. Vivian mengusap
Magbasa pa