Dreett... Suara ponsel Vivian. Vivian pun harus menjawabnya ia menebak yang menghubungi adalah Nina, ini tentang Cila. Meskipun masih terlalu syok dengan apa yang baru ia ketahui tapi ia tak bisa mengabaikan bayi itu. Tapi ternyata ketika melihat layar ponsel yang menyala bukan Nina yang menghubungi, tapi ibunya. "Halo, Bu," jawabnya. "Bu, ini saya, Mirna. IBu Hanum jatuh pingsan di teras, sekarang ada di rumah sakit. Ibu bisa kesini sekarang?" tanya Mirna. "Iya," Vivian pun kemudian menatap Arsen, "Tuan, Ibuku dilarikan ke rumah sakit. Aku harus ke sana." "Ayo aku antar," Arsen segera meraih kunci mobilnya dan mereka menuju rumah sakit. Vivian langsung menuju ruangan sang Ibu, terlihat wanita paruh baya itu terbaring lemah di atas ranjang. "Bu, Ibu kenapa?" tanya Vivian dengan panik. Ibunya menggenggam tangannya erat, terlihat keadaan ibunya begitu lemah, "Vi, ternyata Dewi yang membunuh Tiara," ucap Hanum lemah. Sekujur tubuh Vivian bergetar mendegarnya, ia tak
Magbasa pa