Akhirnya Vivian berhasil menemukan taman, rumah itu benar-benar sangat luas dan sempat membuatnya kebingungan. Baru saja ia menarik nafas lega sudah terdengar suara yang memanggilnya. "Hay, Cila," sapa seseorang yang duduk di kursi taman. Vivian ikut tersenyum ramah, ia sudah tahu wanita ini adalah Kakak Arsen yang sedang hamil. "Siapa tadi nama kamu?" tanya Nindy. "Vivian, Nyonya," kata Vivian memperkenalkan diri. "Oh iya, duduk," ia menepuk kursi kosong di sampingnya. Vivian mengangguk pelan lalu duduk, kini keduanya duduk saling bersebelahan. Tangan Nindy memegang kaki mungil Cila, "Hay, cantik..." katanya seolah mengajak bayi mungil itu bercerita. "Ternyata kalian disini," kata Melati. "Iya, Oma. Cila berjemur," jawab Nindy. "Oh, jadi udah selesai minum Asi, Oma dari tadi kebingungan nyariin Cila," kata Melati, lalu mengambil bayi itu dari pangkuan Vivian. Kemudian ia membawanya pergi, "Opa, pengen gendong cila," ucap Melati sambil berjalan membawa Cila. Vivian
Magbasa pa