Ting... Ting... Ting... Suara notifikasi ponsel Vivian terus terdengar, tapi ia memilih untuk mengabaikan dan kembali fokus pada komputer di hadapannya. "Vi, ponsel kamu perasaan berdering terus," kata Indri yang berdiri di sampingnya. "Iya, aku lagi fokus sama kerjaan aku," jawab Vivian tanpa menoleh. "Siapa tau penting," kata Indri. "Aku cuma sendirian, jadi paling itu mantan suamiku," katanya yang tampak muak dengan segala masalahnya. "Oh, gitu," Indri pun mengangguk mengerti. "Nona Vivian," panggil seseorang yang berdiri tak jauh darinya. Vivian pun langsung berdiri, begitu juga dengan Indri yang menoleh, "Ah, calon imam," kata Indri sambil tersenyum malu. Sejenak Sandy meliriknya tajam, namun kemudian ia beralih menatap Vivian, "Anda diminta Pak Presdir ke ruangannya," kata Sandy tegas. "Baik, Pak," kata Vivian, sebenarnya ia sangat malas untuk bertemu Arsen tapi bagaimana lagi dirinya adalah karyawan disana. "Pak Sandy, kamu nggak ikut manggil aku," kata Indri manja
Last Updated : 2026-05-07 Read more