"Bos," kata Sandy terburu-buru, "Nyonya Karla datang," katanya lagi. Vivian pun mendorong Arsen, kemudian perlahan turun dari meja Arsen lalu dengan cepat merapikan pakaiannya yang sudah berantakan. "Sayang, aku datang," kata Karla sambil melangkah masuk. Tapi kemudian matanya terpaku pada Vivian, "jadi kamu kerjanya di kantor suami saya?" kata Karla. "Ia, Nyonya," jawab Vivian. "Oh," Karla mengerti. "Saya ijin permisi, Nyonya," pamit Vivian lalu melangkah keluar. Arsen kembali duduk di kursi kebesarannya, ia terlihat tidak tertarik sama sekali dengan kedatangan istrinya itu. "Sayang, mukanya kok gitu sih? Ini aku bawakan makan siang, sekalian ini aku yang masakin pakek sendiri pakai rasa sayang," ujar Karla. Tapi Arsen hanya diam saja, ia meraih ponselnya dan mengirimkan pesan pada Vivian. Arsen; Kita selesaikan di hotel. Vivian; Urus dulu istrinya. "Sayang, kita honeymoon yuk." kata Karla tiba-tiba. "Honeymoon?" ulang Arsen. Karla mengangguk penuh semangat,
Magbasa pa