"Bencana... Aku baru ingat itu," gumam Violet, terdiam cukup lama. Matanya masih tertuju pada gambar hologram milik Bobo yang perlahan menghilang.Retakan dimensi, monster yang Violet rancang akan muncul tak lama lagi. Itu semua adalah bagian dari event utama game. Dan seharusnya, para pemain melakukan misi untuk menaklukkannya."Tapi ini semua nyata, bukan hanya game," ucap Violet, sambil menyibak rambutnya ke belakang. "Sekali mati, tidak ada kesempatan kedua."Bobo mengangguk setuju. "Benar. Sekarang itu bukan sekadar event game lagi, Violet. Dan para Beastmen belum tahu. Mereka belum siap."Violet berjalan mondar-mandir di kamarnya. Pikirannya berputar cepat. Di kala kegelisahannya tentang keberadaan Dylan, dia harus melakukan sesuatu."Aku harus memberitahu mereka," katanya memutuskan. Dia hendak melangkah keluar, tapi suara Bobo menghentikannya."Jangan lupa dengan balai administrasi, Violet," Bobo kembali mengingatkan. "Aku sudah memberi peringatan pada orang-orang di kuil."V
Read more