"Di mana Jack?" tanya Arsen saat keluar dari ruang rawat Aluna. Bi Ina yang sedang duduk langsung berdiri. "Oh, Tuan Jack baru saja pergi," jawab Bi Ina cepat. "Pergi?" ulang Arsen. Bi Ina mengangguk pelan. "Iya, Tuan." Arsen mengernyitkan dahinya. "Ke mana?" "Maaf, Tuan. Saya tidak tahu." Bi Ina terlihat sedikit ragu sebelum melanjutkan, "Karena tadi Tuan Jack terlihat sangat buru-buru." Arsen langsung terdiam. Ia menoleh sekilas ke arah lorong rumah sakit. Biasanya Jack tidak akan pergi begitu saja dalam keadaan seperti ini. "Apa dia mengatakan sesuatu sebelum pergi?" tanya Arsen lagi. Bi Ina mencoba mengingat. "Tidak banyak, Tuan." "Beliau hanya meminta kami tetap menjaga Nona Aluna." Arsen menghela napas pelan. Entah kenapa, ia merasa ada sesuatu yang terjadi pada Jack. Namun saat ini. Fokusnya tetap kepada Aluna. Pria itu kembali menoleh ke arah pintu ruang rawat VVIP milik Aluna. Tatapannya perlahan melembut. Setelah melihat sendiri bagaimana Aluna kesakita
Last Updated : 2026-05-16 Read more