"Apa kamu tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik, Aluna?!" teriak seorang wanita dengan penuh amarah. Wanita itu adalah ibu kandung Aluna. Setelah satu minggu pergi dari rumah Arsen, Aluna benar-benar kembali menjalani hidup yang menyakitkan. Di rumah itu— Ia tidak diperlakukan seperti keluarga. Melainkan seperti pembantu. Setiap hari, Aluna harus membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, hingga melakukan semua pekerjaan sendirian. Namun meski sudah melakukan semuanya— Ia tetap selalu dimarahi. Saat itu, Aluna berdiri diam di dapur sambil menundukkan kepala. Tangannya memegang piring yang tadi tanpa sengaja terjatuh. Brak! Wanita itu kembali membanting kain lap ke meja. "Lihat! Kamu bahkan tidak becus melakukan pekerjaan sederhana!" bentaknya lagi. Aluna tersentak. Dengan tangan gemetar, ia buru-buru berjongkok membersihkan pecahan piring di lantai. Namun tiba-tiba— "Ah!" Jarinya terkena pecahan kaca hingga berdarah. Tetapi ibunya sama sekali tidak peduli.
Last Updated : 2026-04-28 Read more