Share

Lelah

Author: NisfiDA
last update publish date: 2026-05-16 09:51:00

"Di mana Jack?" tanya Arsen saat keluar dari ruang rawat Aluna.

Bi Ina yang sedang duduk langsung berdiri.

"Oh, Tuan Jack baru saja pergi," jawab Bi Ina cepat.

"Pergi?" ulang Arsen.

Bi Ina mengangguk pelan.

"Iya, Tuan."

Arsen mengernyitkan dahinya.

"Ke mana?"

"Maaf, Tuan. Saya tidak tahu."

Bi Ina terlihat sedikit ragu sebelum melanjutkan,

"Karena tadi Tuan Jack terlihat sangat buru-buru."

Arsen langsung terdiam.

Ia menoleh sekilas ke arah lorong rumah sakit.

Biasanya Jack tidak aka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Bisu Kesayangan Majikan Hyper   Amarah

    "Di mana mereka?" tanya Arsen begitu tiba di apartemen Bella. Wajahnya terlihat dingin. Tatapannya tajam. Sementara Jack yang berdiri di depan pintu apartemen hanya mengusap wajahnya lelah sebelum menjawab, "Mereka ada di kamar Bella." Suara Jack terdengar lirih. Benar-benar menunjukkan betapa lelahnya dirinya menghadapi semua ini. "Bawa aku ke sana." Jack langsung menatap Arsen serius. "Arsen…" "Apa?" "Kamu tidak akan macam-macam, kan?" Arsen menatap balik sahabatnya itu. Rahangnya perlahan menegang. "Aku mendapatkan informasi dan bukti." "Bukti apa?" tanya Jack mengernyit. "Bahwa Roy memang pria brengsek." Seketika Jack langsung terdiam. Tatapannya berubah serius. "Maksudmu?" Arsen mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan beberapa foto dan data yang tadi dikirim asistennya. "Pria itu bukan hanya meninggalkan Bella." "Dia juga beberapa kali terlihat bersama wanita lain." Jack langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat. Emosinya perlahan mulai naik. Namun Arse

  • Gadis Bisu Kesayangan Majikan Hyper   Informasi Ditemukan

    "Bagaimana? Apa perasaanmu sudah benar-benar membaik?" tanya Arsen pelan kepada Aluna. Aluna yang sedang duduk bersandar di ranjang langsung menganggukkan kepalanya kecil. Wajahnya terlihat sedikit lebih segar dibanding beberapa hari sebelumnya. Bahkan senyum kecil kini mulai sering terlihat di wajah pucatnya. Melihat itu, Arsen akhirnya bisa sedikit bernapas lega. "Syukurlah." Tangannya perlahan merapikan selimut Aluna yang sedikit berantakan. "Sekarang kamu harus banyak makan." "Supaya cepat sembuh dan bisa pulang dari sini." Aluna kembali mengangguk kecil sambil tersenyum. Namun beberapa detik kemudian— Tatapannya justru terus tertuju pada Arsen. Membuat pria itu mengernyit pelan. "Kenapa melihatku seperti itu?" tanyanya. Aluna hanya tersenyum kecil tanpa menjawab. Hal itu justru membuat Bi Ina yang sedang berada di sofa terkekeh pelan. "Nona Aluna sekarang lebih sering tersenyum kalau bersama Tuan." "Bi Ina," tegur Arsen pelan. Namun wajahnya justru terlihat sedi

  • Gadis Bisu Kesayangan Majikan Hyper   Terlalu Rumit

    "Tuan, dari tadi ponsel Anda berdering terus," ucap Sara sambil menyodorkan ponsel milik Arsen. Arsen yang sedang duduk di samping ranjang Aluna langsung menoleh. Ia mengambil ponselnya lalu melihat nama yang muncul di layar. Jack. Tanpa menunggu lama, Arsen langsung menjawab panggilan itu. "Katakan, Jack." Suara dari seberang telepon terdengar sangat kacau. "Aku benar-benar bingung harus bagaimana, Arsen." Arsen langsung mengernyitkan dahinya. "Apa maksudmu?" Terdengar helaan napas panjang dari arah telepon. Lalu Jack kembali berbicara dengan nada frustrasi, "Orang tua Bella menyuruhku menikahinya." Seketika Arsen langsung terdiam. "Karena anak yang dikandungnya." Ucapan itu membuat suasana di sekitar Arsen langsung terasa berat. Ia berdiri perlahan lalu berjalan sedikit menjauh dari ranjang Aluna. "Apa Bella mengatakan semuanya kepada orang tuanya?" tanya Arsen serius. "Iya." "Dan sekarang mereka menganggap aku ayah dari anak itu." Arsen langsung memijat pelipisn

  • Gadis Bisu Kesayangan Majikan Hyper   Lebih Posesif

    "Aluna, kamu sudah bangun?" tanya Bi Ina pelan saat melihat mata Aluna mulai terbuka. Aluna berkedip beberapa kali. Pandangan matanya masih terlihat sedikit buram. Tubuhnya terasa sangat berat. Bahkan untuk menggerakkan tangannya saja terasa sulit. Bi Ina langsung mendekat ke samping ranjang dengan wajah lega. "Syukurlah…" gumamnya lirih. Aluna perlahan menoleh. Ia melihat Bi Ina duduk di sampingnya sambil memegang tangannya dengan lembut. Tak lama kemudian, Sara yang baru masuk ke dalam ruangan langsung tersenyum lebar. "Aluna sudah sadar!" ucap Sara senang. Suara itu membuat Arsen yang sedang duduk di sofa langsung mengangkat kepalanya cepat. Ia segera berdiri lalu mendekat ke arah ranjang Aluna. "Bagaimana keadaanmu?" tanya Arsen dengan nada penuh kekhawatiran. Aluna hanya menatapnya diam. Mungkin karena tubuhnya masih terlalu lemah untuk bergerak banyak. Dokter memang mengatakan bahwa efek operasi masih akan terasa cukup berat beberapa hari ke depan. Melihat Aluna

  • Gadis Bisu Kesayangan Majikan Hyper   Lelah

    "Di mana Jack?" tanya Arsen saat keluar dari ruang rawat Aluna. Bi Ina yang sedang duduk langsung berdiri. "Oh, Tuan Jack baru saja pergi," jawab Bi Ina cepat. "Pergi?" ulang Arsen. Bi Ina mengangguk pelan. "Iya, Tuan." Arsen mengernyitkan dahinya. "Ke mana?" "Maaf, Tuan. Saya tidak tahu." Bi Ina terlihat sedikit ragu sebelum melanjutkan, "Karena tadi Tuan Jack terlihat sangat buru-buru." Arsen langsung terdiam. Ia menoleh sekilas ke arah lorong rumah sakit. Biasanya Jack tidak akan pergi begitu saja dalam keadaan seperti ini. "Apa dia mengatakan sesuatu sebelum pergi?" tanya Arsen lagi. Bi Ina mencoba mengingat. "Tidak banyak, Tuan." "Beliau hanya meminta kami tetap menjaga Nona Aluna." Arsen menghela napas pelan. Entah kenapa, ia merasa ada sesuatu yang terjadi pada Jack. Namun saat ini. Fokusnya tetap kepada Aluna. Pria itu kembali menoleh ke arah pintu ruang rawat VVIP milik Aluna. Tatapannya perlahan melembut. Setelah melihat sendiri bagaimana Aluna kesakita

  • Gadis Bisu Kesayangan Majikan Hyper   Terasa Hancur

    "Aluna, ada apa?" tanya Arsen panik saat melihat mata Aluna mulai terbuka. Saat ini, Aluna sudah dipindahkan ke ruang VVIP. Namun dari raut wajahnya terlihat jelas. Ia sedang menahan rasa sakit. Keningnya berkerut. Napasnya tidak teratur. Dan sesekali terdengar suara erangan kecil dari bibirnya. Hal itu membuat Arsen semakin panik. Ia langsung berdiri di samping ranjang Aluna lalu mendekat. "Aluna, ada apa?" tanyanya lagi dengan nada penuh kekhawatiran. Aluna hanya kembali mengerang pelan. Seolah ingin mengatakan sesuatu. Mungkin. Ia ingin mengatakan bahwa dirinya sakit. Tetapi tubuhnya terlalu lemah. Melihat keadaan itu, Arsen langsung menoleh ke arah dokter yang berada di sampingnya. "Dok, apa yang terjadi?" tanya Arsen cepat. "Dia mengerang seperti itu… sepertinya dia kesakitan." Dokter itu memperhatikan kondisi Aluna beberapa detik sebelum menjawab, "Sepertinya efek obat biusnya sudah mulai habis." Seketika Arsen langsung menegang. "Jadi sekarang dia mulai merasaka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status