"Kamu pasti sudah tahu, bukan, alasan kamu ada di kamarku?" tanya Arsen dengan nada dingin, tatapannya tajam mengarah pada Aluna. Aluna hanya menganggukkan kepalanya perlahan. Ia tidak berani menatap wajah Arsen. Rasa takut membuatnya menunduk, jantungnya berdebar tidak karuan. "Lihat aku saat aku berbicara," ucap Arsen dengan nada rendah namun penuh tekanan. Namun, Aluna tetap tidak menurut. Ia justru semakin menundukkan wajahnya, berusaha menghindari tatapan itu. Sikap itu membuat kesabaran Arsen menipis. Dalam sekejap, tangannya terangkat dan menarik dagu Aluna dengan kasar. "Ukh—" tubuh Aluna tersentak. Wajahnya terangkat paksa, membuat kedua matanya langsung bertemu dengan tatapan Arsen. Tatapan itu dingin, tajam, dan menekan. Aluna membeku. Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya lagi. "Siapa yang mengizinkanmu untuk menghindar?" tanya Arsen dengan wajah yang menakutkan, tatapannya tajam menekan. Aluna tidak langsung menjawab. Ia hanya menelan ludah pelan, mencoba men
Last Updated : 2026-04-15 Read more