Tak lama kemudian, mobil Damien sudah membelah jalanan malam yang cukup padat. Di tengah perjalanan, Melody menoleh menatap suaminya.“Honey, kita tidak mungkin datang dengan tangan kosong. Nenek Ema masih suka dimsum, kan?" tanya Melody memastikan.Damien tersenyum sambil memutar kemudi perlahan. Ia selalu menyukai betapa perhatiannya Melody pada keluarganya. "Masih. Nenek tidak pernah menolak kalau disuguhi dimsum.""Kalau begitu, kita mampir ke restoran Chinese food langganan Nenek, ya? Kita belikan dimsum ayam kesukaannya," usul Melody dengan antusias."Ide bagus. Kebetulan restorannya ada di arah jalan yang akan kita lewati."Sekitar lima belas menit kemudian, mobil mereka menepi di pelataran sebuah restoran yang terkenal dengan hidangan dimsum otentiknya. Damien mematikan mesin, namun saat ia hendak membuka sabuk pengaman, Melody menahannya."Biar aku saja yang turun untuk membeli. Kamu tunggu di sini, biar tidak usah repot cari parkir ke dalam," ucap Melody seraya meraih dompet
Baca selengkapnya