Di dalam restoran, suasana hangat dengan cepat mengambil alih. Meski di mobil tadi Lionel sempat mengeluh tidak berselera dan hanya ingin tidur, kenyataannya begitu berbagai hidangan disajikan di atas meja, pria itu justru yang makan paling banyak. Setelah habis lebih dulu, ia memanggil pelayan dan minta porsi tambahan. Piring kedua steak-nya tandas tak bersisa, dan ia bahkan masih sanggup menghabiskan seporsi makanan penutup.Damien dan Melody hanya bisa saling melempar pandang sambil tersenyum geli. Mereka membiarkan Lionel menikmati makanannya dalam diam, memberinya ruang untuk mengisi kembali energi fisik dan mentalnya yang terkuras habis.Namun, di tengah-tengah kunyahannya, gerakan Lionel perlahan melambat. Ia meletakkan sendoknya, menatap kosong ke arah sisa makanan di piring, lalu menggelengkan kepala pelan. Senyum kecut tercetak di bibirnya, menertawakan dirinya sendiri saat ia meresapi betapa berantakan dan penuh dramanya kehidupan pribadinya belakangan ini.Tiba-tiba, Lion
Read more