Pagi harinya, Damien bergerak gelisah di atas ranjang, memejamkan mata rapat-rapat sambil memijat pelipisnya."Mel, My Honey..." erang Damien dengan suara yang luar biasa serak. Ia meringis menahan pening yang seolah meremukkan tengkoraknya. "Kepalaku... sakit sekali."Melody, mungkin baru tidur satu jam, terpaksa membuka mata dan mengamati sang suami. Kepanikannya seketika menyergap saat telapak tangannya menyentuh dahi Damien. Kulit itu terasa sepanas bara api.Rentetan syok, amarah, dan hancurnya mental pria itu akibat kebenaran kelam kemarin rupanya langsung menghantam kondisi psikis-nya hingga fisiknya sekarang ambruk."Astaga, Honey, badanmu panas sekali. Kamu demam tinggi," ucap Melody cemas.Tanpa membuang waktu, Melody berlari ke arah nakas dan langsung mengangkat gagang telepon antik yang mengilap di sana. Ia bahkan tidak tahu siapa yang menjawab telepon dan langsung berbicara dengan nada mendesak."Halo? Siapa pun yang ada di seberang sana, tolong segera kirimkan dokter ke
Read more