Tepat sebelum Leah memutar tubuhnya untuk melangkah pergi meninggalkan kamar tersebut, suara bariton Kennedy kembali terdengar, menahan langkah sang kakak ipar."Leah, tunggu," panggil Kennedy pelan.Leah menghentikan langkahnya dan kembali menoleh. Kennedy mengangkat wajahnya, menatap Leah dengan sorot mata yang jauh lebih tenang namun sarat akan kepasrahan yang mendalam."Kenneth dan Ema sudah lama sekali selesai, Leah," ucap Kennedy dengan suara serak, mengakui sebuah kenyataan pahit yang telah ia terima. "Masa muda kami, ambisi, cinta, dan semua rasa sakit itu telah tertinggal jauh di belakang.”Kennedy menarik napas panjang, membiarkan keheningan sejenak mengisi ruangan sebelum ia kembali melanjutkan dengan nada yang jauh lebih mantap."Namun... kamu benar," aku Kennedy, menelan sisa-sisa egonya. "Meski kisah kami sudah selesai, masih ada titik yang belum diletakkan di akhir kalimat. Aku berjanji padamu, Leah. Begitu Ema dan aku memiliki kesempatan untuk bertemu lagi nanti, aku a
Read more