Damien menghela napas panjang dan berat. Perlahan, tangannya terulur untuk menggenggam kedua tangan Melody dengan kelembutan yang sangat berhati-hati."Melody, My Honey..." panggil Damien, suaranya terdengar pelan, nyaris seperti bisikan yang menahan beban. "Aku tahu kamu dan kandunganmu sangat sehat. Sungguh, aku sangat bersyukur untuk itu. Lebih dari apa pun."Ibu jari Damien mengusap punggung tangan Melody, namun ada sedikit getar yang tak bisa disembunyikannya. "Tapi... tetap saja. Motor itu terlalu berisiko. Kalau sampai terjadi sesuatu saat kita bermotor, sekecil apa pun itu..." Kata-katanya menggantung di udara sejenak, suaranya mulai tercekat. "...aku nggak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri. Aku akan merasa sangat, sangat bersalah."Mendengar nada suara itu, Melody tertegun. Mata Damien bahkan tampak berkaca-kaca, memancarkan kekhawatiran yang dalam.Menyadari kegusaran sang suami, keras kepala Melody seketika menguap tak bersisa. Ra
Read more