Banyak jawaban di kepala Damien. Namun, ia harus memilahnya terlebih dulu.“Aku nggak tau harus jawab apa, My Honey,” balas Damien dengan penuh kesabaran. “Yang jelas, salah satunya tidak bisa bertahan jika memaksa bersama.”Melody mengangguk. “Iya. Kalau tinggal di tempat ikan, burung akan mati. atau sebaliknya.”Tetapi, ternyata Melody belum puas. Ia melihat Kennedy yang berdiri tak jauh dari mereka.“Kakek Ken,” panggil Melody.Pelan, Kakek Ken menghampiri Melody dan Damien. Lalu, ia berdiri dengan menumpu pada tongkat sambil mengangkat sedikit alisnya.“Ada apa, Melody? Kamu suka kolam ikan ini?”Melody mengangguk. “Papa Gerry juga punya paludarium kecil di rumah.”“Benarkah?” Kennedy tampak tertarik. “Papamu suka ikan?”“Suka binatang, tepatnya.” Melody tersenyum mengingat Papa-nya. “Masa kecilku sering dibawa Papa mondar-mandir kebun binatang.”Kennedy terkekeh.“Tapi, aku punya pertanyaan, Kek.” Melody menatap Kennedy dan mengulangi pertanyaan yang sama yang ia ajukan pada Dami
อ่านเพิ่มเติม