Wajah Damien tampak kusut saat memasuki penthouse. Jas mahalnya hanya tersampir sembarangan di bahu, dasinya ditarik longgar hingga nyaris lepas, dan kemejanya sedikit berantakan.Namun, begitu matanya menangkap sosok Melody yang sedang duduk di sofa ruang keluarga, raut kelelahan di wajah Damien menguap seketika.Ia mengukir senyum lega, membayangkan akan mendapatkan sambutan manis, pelukan hangat, dan mungkin secangkir teh penenang dari istri tercintanya.Tetapi, senyum di bibir Damien perlahan luntur.Melody tidak menyambutnya dengan senyuman. Wanita hamil itu duduk bersedekap dengan postur tegak, wajah cantiknya ditekuk masam, dan matanya menyorotkan aura permusuhan.Lebih buruk lagi, di atas meja kaca di hadapan Melody, terdapat sebuah bantal dan selimut tebal yang terlipat rapi.Damien mematung di tengah ruangan. Instingnya langsung mendeteksi sinyal bahaya."My Honey? Kenapa tidak menungguku di ranjang saja?" sapa Damien hati-hati, memangkas jarak dengan langkah pelan. Ia melir
Baca selengkapnya