Di sudut lain kabin VVIP yang luas tersebut, suasana terasa jauh lebih tenang di kabin yang ditempati para tetua.Kennedy duduk bersama Leah sementara di depan mereka, Liam dengan Leonora.Liam duduk bersilang kaki di kursi kulit kebesarannya. Sebuah laptop tipis menyala di pangkuannya, menampilkan deretan grafik bisnis, namun fokus itu sama sekali tidak berada pada layar.Matanya yang tajam namun hangat justru tengah mengamati interaksi di area mini bar. Ia juga tersenyum tipis melihat Damien, Rara dan Lionel berdiskusi pekerjaan dengan serius."Apa daddy sadar?" tanya Liam dengan nada suara yang tenang, memecah keheningan di antara mereka berdua.Kennedy menoleh, menurunkan cangkirnya perlahan. "Sadar tentang apa, Liam?"Liam mengendik samar pada pemandangan di depannya. Lalu, menceritakan apa yang ia lihat dan rasakan."Tentang kebersamaan mereka," jawab Liam, senyum di bibirnya mengembang menjadi sebuah garis kelegaan yang luar biasa tulus. "Aku sangat senang melihat anak-anak dan
Read more