Pagi itu, kesibukan di manor Rutherford terasa berbeda. Hari kepulangan Damien dan Melody ke tanah air akhirnya tiba.Di depan keluarga Rutherford, Damien berlagak gagah. Ia menyalami satu persatu anggota keluarga dan menenangkan mereka.“Aku akan baik-baik saja,” tukasnya dengan penuh percaya diri.Di pelataran depan yang berlapis batu alam, sebuah SUV hitam telah bersiaga, pintunya terbuka lebar menunggu Damien dan Melody. Kakek Ken, dengan setelan rapi dan bersandar pada tongkat kayunya, berdiri di teras utama untuk mengantar kepergian cucu dan cucu menantunya.Kakek Ken tersenyum tipis, mengetukkan tongkatnya ke lantai menyambut kedatangan mereka."Semuanya sudah disiapkan sesuai jadwal," ucap Kakek Ken dengan suara baritonnya yang tegas. Ia menatap kaki kiri Damien sekilas, lalu beralih menatap wajah cucu menantunya dengan sorot jenaka sekaligus protektif. "Pesawat pribadi Rutherford sudah menunggu di landasan pacu."Damien mengangguk pelan. "Terima kasih, Kakek. Kami akan langsu
Read more