Damien menunjukkan layar. "Melody," jawabnya."Aisshh.... ""Kenapa? Namamu Melody, kan?""Yaaa romantis dikit, dong. Sayang, Si Cantik, My Lovely Wife atau apa kek gitu."Damien menggeleng. "Melody sudah bagus." Lalu dengan santai meletakkan ponselnya di meja di depan mereka.Melody masih memberengut sambil menatap ponsel Damien. Apa diam-diam ia ganti aja nama itu?"Aku boleh pakai handphone kamu, gak?""Untuk apa?""Mau lihat-lihat aja. Kamu aja boleh ngawasin aku. Aku juga mau lah.""Pelacak itu untuk.... "Damien tidak melanjutkan kata-katanya. Tetapi kemudian mengangguk. "Kemarikan jari telunjukmu."Damien mendaftarkan sidik jari Melody di ponselnya. Proses itu hanya beberapa detik saja."Sudah. Sekarang kamu bisa buka handphoneku pakai sidik jarimu."Dengan senyum lebar, Melody membuka ponsel Damien. Antusias ia menggulir layar, lalu kedua dahinya terangkat tinggi.Nama kontak di ponsel Damien hanya anggota keluarga Princeton, Anjas, Melody, Gerry dan Nada. Damien tidak punya ap
Read more