Di dalam dada Damien, Melody memberengut. "Gigit gimana?""Kamu bilang begitu kalau....""Itu karena aku sedang kesal," potong Melody.Damien tidak tau saja kalau saat ini wajah Melody merah menanggung malu. Tapi, biar saja.Sekali lagi, Melody menekankan pikirannya bahwa mereka adalah suami istri. Bukan sekedar pura-pura.Lalu, Melody menghela napas kasar dan mengeluh. "Pinggangku sakit."Damien tidak bisa melihat wajah Melody, tapi matanya menatap pinggang sang istri."Kamu mau minum obat anti nyeri?"Kepala Melody menggeleng. "Pijetin aja." Ia lalu mengarahkan tangan Damien ke pinggangnya."Aku nggak bisa mijet." Damien kebingungan.Astaga. Melody hanya bisa menggertakkan gigi-giginya mendengar ucapan Damien.Tangannya secara spontan memijat pinggang Damien dengan maksud memberi contoh."Begini," ucap Melody."Oke, oke." Damien mengangguk mengerti.Tangan Damien mulai menekan-nekan pinggang Melody dengan gerakan kaku. Tetapi, lelaki itu tidak berhenti hingga Melody tertidur.**Bag
Read more