"Sudah! Cukup, tidak usah berpura-pura peduli kepadaku!" tegas Zevran, amarahnya meledak. Ia benar-benar kesal dengan sikap ibunya yang kini mulai ikut campur dalam hubungannya dengan Sarah.Wulan menatap sedih ke arah putranya, tetapi ia mencoba menguatkan dirinya. Ia tahu ini adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh Tuhan, dan ia tidak bisa menyia-nyiakannya. Wulan menghela napas panjang, lalu memandang Zevran yang tengah memandangnya dengan amarah yang meluap-luap."Kalau kamu berpikir mama tidak peduli denganmu, baiklah. Mulai sekarang, hiduplah sendiri dan jangan kembali ke kediaman Suryani!" tegas Wulan, suaranya tegas namun penuh kepedihan.Mendengar itu, Zevran tersentak. Ibunya memilih untuk mengusirnya. Ia diam sejenak, mencoba mencerna ucapan ibunya. Sejujurnya, ia tidak menyangka bahwa ibunya yang selama ini selalu baik dan perhatian kepadanya, bisa mengusirnya dari rumah. Namun, karena ego yang terlalu besar, ia segera mengangguk dan menatap nanar ke arah Wulan. ."Bai
Last Updated : 2026-04-24 Read more