Wulan menatap kakaknya dengan mata tajam, dadanya berdebar kencang. "Aku tidak peduli musuh keluargaku siapa. Kalau dia berani mendekati suamiku, aku tidak akan tinggal diam," ujarnya tegas, suaranya rendah tapi penuh tekad. Ratna menatap Wulan, seolah menilai keseriusan adiknya. "Baiklah, Wulan. Aku percaya dengan instingmu. Tapi kita harus merencanakan semuanya dengan hati-hati. Jangan sampai gegabah, nanti malah jadi celaka sendiri," ujarnya menenangkan. Roni yang sedang fokus dengan laptopnya segera menoleh, "Benar Wulan, jangan gegabah kita harus membuat rencana dengan baik, kami akan membantumu," jelasnya. Wulan mengangguk, kemudian membuka ponselnya. Ia segera menelpon Jonathan, memberitahukan semua informasi yang dimilikinya mulai dari foto Jason, alamat, dan gerak-gerik mencurigakan yang ia lihat di supermarket. "Dengar Jonathan! ," suara Wulan terdengar tegas. "Aku yakin pria ini tidak akan bergerak sendirian, pasti dibelakangnya ada seseorang yang menyuruhnya. Aku
Last Updated : 2026-05-07 Read more