Zevran memalingkan wajahnya, tidak ingin menatap sang ibu. "Taruhan apa? Bukankah sudah jelas kalau Sarah yang menyelamatkanku?" tegas Zevran, mencoba menghindari tatapan ibunya.Wulan hanya mendengus, berjalan memutari tubuh Zevran seolah sedang mencari ide untuk taruhan mereka. Hingga akhirnya, ia berhenti tepat di hadapan putranya yang masih menghindari pandangannya."Kalau kau begitu yakin dengan pilihanmu, kenapa kau tidak berani menatap ibumu ini?" tanya Wulan dengan nada tajam.Mendengar itu, Zevran tidak terima. Ia langsung berkata dengan lantang, "Baiklah, jika kau benar, aku akan menurut denganmu dan memutuskan Sarah," ujarnya, akhirnya kembali menatap ibunya.Wulan tersenyum puas, rencananya akhirnya berhasil. Hanya dengan menemukan gadis bernama Alia, ia akan dengan mudah membuat Zevran memutuskan gadis itu."Bagus kalau kamu setuju," ujar Wulan sambil berjinjit, mengelus rambut Zevran dengan lembut, seolah sangat senang mendengar keputusan putra sulungnya.Zevran, yang se
Last Updated : 2026-05-03 Read more