“Harusnya, kamu tidak perlu susah payah melakukan ini. Lihat, kamu susah sendiri, ‘kan? Ck, ck.” Dea merengut. Ia baru sampai di sebuah kamar hotel setelah mendapatkan kesempatan keluar rumah. Usai melepas fake pregnant belly, ia membalas ppelukan selingkuhannya—Vince—dengan kasar. “Jangan protes, Vince!” katanya sengit. Ia kemudian menanggalkan bra dan celana dalamnya. Ia berbaring di ranjang dengan posisi menggoda. “Daripada kamu cerewet, lebih baik beri aku pelayanan terbaikmu! Aku sangat merindukanmu. Tidakkah kamu merindukanku?” Pria yang dipanggil Vince tadi berkacak pinggang usai membalikkan badan. “Apa suamimu itu payah? Apa dia tidak sanggup memuaskanmu?” Dea mencebik. Ia mencoba membuat Vince panas. “Kalau dibandingkan denganmu, kamu tidak ada apa-apanya daripada dia,” katanya meremehkan. Dan tepat seperti dugaannya, Vince langsung emosi. Pria itu berjalan cepat menuju ranjang, kemudian menjatuhkan tubuhnya tepat di atas tubuh Dea. “Oh, ya? Jadi, kamu membandin
Read more