“Kalau nanti kami sekiranya cocok, tentu kami bisa melangkah ke jenjang yang lebih jauh. Namun jika tidakk—”Ucapan Rayden langsung dipotong dengan cepat oleh ibunya.“Pasti kalian cocok, kok!” sergah Rita. Wajahnya seketika berubah bersungut-sungut tak suka, hanya karena mendengar kalimat ‘kalau tidak cocok’ tadi. “Pokoknya harus diusahakan supaya cocok. Kamu bisa pendekatan terus sama Kaylin.”Rita lekas memandang ke arah calon besannya—yang sebenarnya sudah menjadi besan. “Benar ‘kan, Jeng Meisya? Bisa diusahakan cocok dan pendekatan lebih lanjut, ‘kan?”Seperti biasa, Meisya mengangguk tipis. “Benar, Jeng. Tidak ada salahnya menyatukan kalian. Ya … meski kalian berdua sebelumnya pernah menikah, kalau memang cocok, saya rasa tidak masalah.”Rita mendelik pada rayden, bibirnya yang pedas berucap lirih sementara gigi gerahamnya saling bergemelatuk. “Jangan sampai kamu mempermalukan Mama, Rayden,” desisnya pelan.Rayden tak mau kalah. Ia mendekatkan bibirnya tepat ke telinga ibunya, l
Mehr lesen