“Bangun, Baby. Ayo bercinta! Come on, ini malam pertama kita!”Rayden terus mengusik tidur Aurin sejak beberapa menit yang lalu. Bukannya membiarkan wanita itu beristirahat, ia justru menghujani seluruh wajah Aurin dengan kecupan-kwcupan singkat. Sementara Rayden terus mengecupi wajah cantik wanita itu, Aurin justru hanya mengerang pelan sembari menarik selimut sebatas dada. Ia merasa cukup kedinginan pagi ini.Namun, Rayden tidak mau menyerah. Ia terus mengganggu wanita itu sampai pada akhirnya, usahanya membuahkan hasil.“Eeeengh!” Aurin mendengus. Kelopak matanya bergerak beberapa kali sebelum akhirnya terbuka lebar.Melihat itu, senyum puas tersungging di wajah Rayden. Setidaknya, ia berhasil membangunkan istrinya dari tidur lelap.“Rayden, jangan ganggu! Saya lelah!” Aurin menggerutu. Namun meski begitu, ia mengucek wajahnya dan sesekali menguap. “Please, bangun. Saya merindukan kamu,” balas Rayden sungguhan, namun Aurin ternyata tak percaya.“Ck! Gombal!” Wanita itu berdecak p
Mehr lesen