Yuna keluar dari lift gedung firma dan berjalan di basement menuju mobil sedan murahnya. Pikirannya sudah penuh oleh semua yang telah terjadi hari ini dan kelelahan yang menumpuk. Ia naik mobil, menyalakan mesin, dan bergerak keluar dari area gedung firma. Sesuai janji pada Ibunya, ia akan ke rumah sakit untuk menjenguknya. Beberapa saat kemudian, di tengah perjalanan, ponselnya bergetar pelan di dashboard. Nama Kai muncul di layar dan menyala tajam di antara notifikasi lain yang seolah mendadak menghilang. Yuna menghela napas pelan sebelum memasang headset dan menjawab dengan nada sopan, meski suaranya terdengar sangat lemah. “Ya, Kai?” “Kamu dimana sekarang?” tanya Kai langsung. Suaranya rendah dan tenang. “Saya mau ke rumah sakit. Jenguk Ibu,” jawab Yuna pelan. “Saya … butuh teman untuk mengobrol.” Kai diam sejenak. Lalu bertanya lagi, “Kenapa di kantor tadi kamu kayak marah sama saya sampai nabrak bahu saya begitu saja? Ada yang salah?” Yuna menahan napas dan mencengkeram
Mehr lesen