Monitor di samping tempat tidur terus berbunyi pelan, ritmis, seolah menjadi satu-satunya pengingat bahwa waktu tetap berjalan di tengah ketegangan yang menggantung di udara ,detak jantung bayi terdengar stabil, teratur, namun kondisi sang ibu justru berada di ujung batas kekuatan ,napasnya terengah-engah, tersendat, seakan setiap tarikan udara adalah perjuangan yang tidak lagi mudah.“Aku… tidak kuat…”Suaranya pecah, lemah, hampir tenggelam di antara suara alat medis dan desah napasnya sendiri ,tangannya menggenggam seprai dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih ,keringat membasahi dahinya, mengalir ke pelipis, dan membuat rambutnya menempel tak beraturan ,Aruna tetap berdiri di sampingnya, pikirannya bekerja cepat, menyusun langkah demi langkah dengan presisi yang nyaris tanpa cela ,di tengah kekacauan yang mungkin terlihat oleh orang lain, Aruna justru melihat pola, melihat arah ,melihat jalan keluar.“Bu, dengarkan saya.”Suaranya lembut, tidak menin
Last Updated : 2026-04-26 Read more