Pagi hari di mansion mewah mereka biasanya diisi dengan denting alat makan dan obrolan ringan tentang apa yang akan dilakukan hari ini. Namun pagi itu, segalanya terasa sedikit berbeda. Aster tampak lebih sibuk dengan ponselnya, jemarinya mengetik dengan kecepatan yang tidak wajar, bahkan saat ia sedang mengunyah roti panggangnya.Aruni, yang sedang menuangkan kopi ke dalam cangkir, memperhatikan suaminya dari balik meja makan. "Mas, kopinya sudah. Jangan dibikin terlalu pahit, ya, nanti asam lambungnya kumat."Aster tidak menoleh. "Iya, Ni. Makasih," jawabnya pendek, matanya masih terpaku pada layar.Aruni menarik kursi di depan Aster dan duduk. Ia sengaja menggeser cangkir kopinya hingga beradu sedikit keras dengan meja. Aster tersentak, akhirnya menatap istrinya."Kamu dari tadi lihatin terus, ada yang salah?" tanya Aster, mencoba tersenyum, meski senyum itu tidak sampai ke matanya."Nggak, kok. Cuma heran saja. Mas kok akhir-akhir ini lebih betah ngobrol sama ponsel daripada
Read more