Teras belakang rumah itu terasa begitu damai. Suara jangkrik bersahutan dengan angin malam yang sepoi-sepoi, membawa aroma bunga melati dari taman kecil mereka. Aruni menyesap teh hangatnya, merasa beban di pundaknya telah benar-benar terangkat. Keberhasilan di Kuala Lumpur bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pembebasan bagi jiwanya yang sempat terbelenggu rasa takut.Aster, yang sedari tadi memperhatikan profil wajah istrinya di bawah cahaya lampu temaram, akhirnya angkat bicara. Ia meletakkan cangkir kopinya, lalu menatap Aruni dengan tatapan yang sulit diartikan—ada rasa bangga, namun ada pula sisa-sisa rasa ingin tahu yang besar."Ni," panggil Aster pelan."Ya, Mas?" Aruni menoleh, senyum tipis masih menghiasi bibirnya.Aster terdiam sejenak, mengumpulkan kalimat yang tepat. "Soal kariermu di Aruni Glow... aku lihat kamu benar-benar menikmati setiap prosesnya sekarang. Kamu bukan lagi Aruni yang terpaksa atau merasa harus membuktikan diri pada orang lain. Kamu sudah
Dernière mise à jour : 2026-05-25 Read More