Sore itu, langit Jakarta nampak jingga kemerahan, memberikan siluet tenang yang kontras dengan badai di dalam dada Aster. Ia berdiri di balkon lantai dua, mengamati sebuah mobil sedan hitam polos yang berhenti di depan gerbang mansion. Itu adalah Rian, asisten kepercayaan Baskoro yang sudah diberi instruksi khusus.Aster menarik napas panjang, berusaha menstabilkan detak jantungnya yang menggila. Ia melangkah keluar ruangan, berusaha senormal mungkin saat melewati ruang tengah. Di sana, Aruni sedang asyik menata bantal-bantal kecil di sofa sambil sesekali mencium pipi Abam yang duduk di baby bouncer."Ast? Mau ke mana? Rapi banget, padahal udah sore," tanya Aruni, matanya yang bening menatap Aster dengan penuh selidik.Aster memaksakan senyum tipis, tangan kanannya masuk ke saku celana, menyentuh dua buah cotton bud steril yang sudah terbungkus rapi di dalam plastik kecil—sampel yang ia ambil dengan sangat hati-hati saat Abam tertidur tadi siang."Oh, itu... Rian di depan. Ada dra
Dernière mise à jour : 2026-05-06 Read More