Mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan balkon, menutup pintu kaca di belakang mereka. Malam memang mulai turun menjemput kota, namun di dalam rumah itu, sebuah awal yang baru yang penuh dengan cahaya, kejujuran, dan kehangatan baru saja dimulai. Di atas fondasi yang kokoh, mereka siap menghadapi hari esok bersama-sama, sebagai sebuah keluarga yang utuh.Begitu pintu geser kamar Abam terbuka, tangis kecil yang sempat terdengar langsung berubah menjadi pekikan riang. Bayi gembul itu sedang duduk di tengah ranjangnya yang berpagar kayu, berusaha meraih-raih ke udara dengan kedua tangan mungilnya saat melihat siluet kedua orang tuanya."Anak Papa udah bangun ternyata," sapa Aster, langsung melangkah lebar dan mengangkat Abam ke dalam dekapannya. "Aduh, pangeran kecil habis mimpi apa nih? Tidurnya nyenyak banget sampai pipinya merah begini."Abam tertawa geli, jemari kecilnya langsung menarik kerah kaus Aster, lalu beralih menepuk-nepuk pipi Papanya dengan gemas."Pasti mimpiin
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-17 Mehr lesen