"Anda Alverio, 'kan?' Seorang pria menghampiriku sambil mengulurkan tangan. "Saya Dokter Eriko. Sekretarisku memberi tahu bahwa Anda sudah tiba, jadi saya langsung datang secepat mungkin.""Ya, aku Alverio. Senang bertemu dengan dokter. Maaf aku datang terlalu pagi. Aku cuma ... agak cemas.""Pak Alverio, saya bisa mengerti perasaanmu. Kalau berkenan, kita bisa langsung masuk ke ruang kerjaku sekarang.""Tentu. Mari."Saat mengikutinya, Eriko bertanya, "Tadi, Anda mau masuk ke dapur ya? Apa Anda mau minum sesuatu?""Aku cuma cari kegiatan buat mengisi waktu sambil menunggu.""Jangan khawatir. Nanti, saya akan minta seseorang antarkan."Kami melewati meja resepsionis, lalu Eriko memberi tahu sekretarisnya."Desi, tolong bawakan kopi untuk aku dan Pak Alverio.""Aku lebih memilih air putih. Makasih.""Gimana dengan pendamping Anda? Apa dia mau minum sesuatu juga?" tanya Eriko sambil mengarah kepada Itha."Nggak usah, makasih. Saya nggak butuh apa-apa," tolak Itha.Kami masuk ke ruang pra
Read more