Sudut pandang Alverio.Begitu melihat Aura, jantungku nyaris berhenti berdetak.Selama beberapa saat, aku tidak mampu bereaksi. Bahkan, aku sempat terpikir jangan-jangan aku hanya sedang berhalusinasi.Kemudian, kenyataan menghantamku begitu saja.Apa yang dia lakukan bersama Eriko?Aku sempat ingin mengejar mereka, tetapi setelah kupikirkan lagi, kusadari ada seseorang yang bisa memberikan jawaban yang kubutuhkan.Aku kembali ke ruang praktik Eriko dan berbicara dengan sekretarisnya."Pak Alverio, syukurlah Anda kembali. Lihat." Desi mengangkat sebuah dokumen. "Yang ini masih butuh tanda tangan Anda.""Oke."Aku membubuhkan tanda tanganku."Ini." Aku menyerahkan kembali dokumen itu kepadanya."Namamu Desi, 'kan?""Ya." Desi tersenyum malu-malu."Barusan, aku melihat Dokter Eriko pergi bersama seorang wanita muda. Apa dia pacarnya?""Oh, wanita yang Anda lihat tadi itu Aura. Dia bekerja di sini bersama kami, tapi dia bukan pacar Dokter Eriko. Dia cuma membantu Aura karena kehamilannya.
Read more