Dina langsung menatapnya. "Iya, Bu.""Langsung, tanpa lewat Leo," tegas Laras. Dina menganggukkan kepalanya lebih mantap. "Iya, Bu. Aku ngerti."Laras menatapnya beberapa detik, memastikan. "Bagus. Pastikan kalo apa yang kamu infoin ke Ibu, nggak diketahui sama dia.""Baik, Bu," jawab Dina. Laras melihat jam tangan di tangan kanannya. "Kalo gitu, kita makan siang dulu, yuk! Udah jam makan siang juga, kan," ucap Laras menawarkan. "Tapi Bu, kerjaan aku belum selesai. Aku nggak mau Leo nanti..""Leo nanti kenapa? Dia mau marah lagi sama kamu?"Dina mengerutkan kening. "Maksud Ibu?""Udah, kita makan dulu. Kamu mau makan apa?" tanya Laras lagi. Dina sempat ragu sesaat, tapi akhirnya ia menganggukkan kepalanya perlahan."Ya udah kalo gitu. Aku ngikut aja," jawab Dina. Laras tersenyum. Ia tau kemungkinan untuk putrinya menolak sangat kecil jika permintaan itu berasal dari mulutnya. Dina me-klik tombol simpan dan menutup laptop. Setelah itu, ia bangkit dari duduknya. Seketika wajahny
Read More