"Semakin bagus," gumam Laras. Beberapa bulan berlalu. Perubahan pada Dina tidak lagi halus, tapi sudah jauh jelas terlihat.Di kantor, ia tidak lagi berjalan setengah langkah di belakang Laras. Kini, ia sejajar. Bahkan dalam beberapa rapat, justru Dina yang membuka pembicaraan."Untuk kuartal ini, kita perlu perketat kontrol di distribusi. Kemarin sempat ada potensi kebocoran kecil, tapi sudah saya tutup," ujar Dina tenang.Ia berdiri di ujung meja rapat, tanpa melihat catatan.Andi mengangguk pelan. "Bagaimana solusinya?""Penambahan satu layer verifikasi manual. Nggak semua, hanya di titik rawan," jawab Dina."Efek ke waktu kerja, gimana?" tanya Wiwik."Ada tambahan, tapi masih dalam batas aman. Lebih baik sedikit lambat daripada kecolongan lagi," jawab Dina.Laras yang sejak tadi diam, akhirnya berbicara. "Jalankan sesuai dengan apa yang kamu simpulkan tadi," tegas Laras.Dina hanya menganggukkan kepalanya perlahan. "Siap, Bu."Kini, tidak ada lagi keraguan dalam dirinya. Siang i
Last Updated : 2026-04-18 Read more