"Bu," panggil Dina. "Iya. Kenapa?""Bukannya ini makanan kesukaan Ibu?""Hmm..," jawab Laras. Mereka mulai membuka tempat yang membungkus makanan tanpa banyak bicara lagi. Dan hanya sesekali terdengar suara alat makan."Enak juga ya Bu, nasi kebuli kambingnya," ucap Dina setelah makan beberapa suap.Laras mengangguk kecil. "Iya, lumayan."Dina sempat melirik Laras, seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi akhirnya mengurungkan niatnya. Ia memilih melanjutkan makan.Beberapa menit kemudian, makanan mereka hampir habis."Ingat, nanti revisinya langsung kamu kirim aja ke tim ya," ucap Laras sambil merapikan kotak makanannya."Iya, Bu. Nanti sekalian aku cek lagi biar nggak molor," jawab Dina."Bagus."Setelah selesai, Dina bangkit dari kursinya."Kalau gitu, aku ke ruangan dulu ya, Bu. Makasih makan siangnya.""Iya."Dina nyengir. "Kalo gini terus, enak nih bisa hemat uang makan," ledeknya, sambil ke luar dari ruangan Laras. "Astaga, anak itu..," ucap Laras. Ia kembali ke meja kerjanya
Terakhir Diperbarui : 2026-04-30 Baca selengkapnya