Udara di ruang rapat itu terasa berat. Semua menunduk, tak ada satupun yang berani mengangkat kepalanya.Udara yang menekan, dan suara jari yang mengetuk meja bagaikan musik kematian yang bisa didapatkan oleh siapa saja.Karem duduk di kursinya, mengetukkan jarinya sambil menikmati sebatang cerutu. Matanya menatap tajam, para anak buah yang tidak becus dalam bekerja. Dia tidak suka kegagalan, dia akan memberikan hukuman pada anak buahnya yang mengecewakan.“Hanya mempertahankan daerah kekuasaan, Kenapa kalian begitu tidak becus?” suaranya berat dan menekan, “Apa kalian ingin mempermalukan aku, supaya orang-orang meremehkan aku?”“Bukan begitu, Tuan. Kami hanya salah mengambil langkah. Dan begitu kami menyadarinya, mereka telah menguasai tempat itu.”“Sungguh lancang!” Karem memukul meja. Suara dentumannya membuat anak buahnya terkejut, “Dan kalian semua tidak becus.”“Maaf, Tuan,” semua anak buahnya berdiri, “Kami akan berusaha merebutnya kembali. Kali ini kami berjanji, tidak akan m
Read more