Sofia berdiri di depan kantor tanpa berani melangkah masuk. Izin untuk pergi makan siang, justru membuatnya berada dalam masalah. Dia malu, kembali ke tempat itu lagi. Tidak seharusnya dia melakukannya karena dia sudah tahu, dia pasti akan dipecat. Sambil menahan air mata, Sofia melangkah masuk. Dia langsung berjalan menuju ruangannya dan menahan diri meski dia mendapatkan tatapan-tatapan tak menyenangkan. Orang-orang membicarakannya, berbisik-bisik Begitu dia membuka pintu ruangan, rekan-rekan kerjanya langsung menatapnya dengan ekspresi dingin. Dan salah satu dari mereka, ketua tim, menyambutnya dengan tatapan dingin. “Sofia, apa kau tahu ini jam berapa?” “Maaf, aku benar-benar minta maaf,” Sofia membungkuk, kedua matanya terasa panas. “Permasalahan ini tidak selesai hanya dengan perkataan maaf saja, Sofia. Sayangnya kau pegawai baru, tapi kau sudah begitu mengecewakan. Aku rasa, kau tahu apa yang akan terjadi dengan orang-orang yang tak bisa tepat waktu seperti dirimu.” “Aku
더 보기