Sepanjang perjalanan kembali Sofia hanya diam saja. Dia tidak berani membicarakan apapun apalagi mengungkit apa yang baru saja terjadi karena dia takut dengan banyak hal.“Mama,” putranya yang diam akhirnya buka suara, “Paman jahat itu, kenapa dia bilang kalau dia Papa Andrew? Apa yang sebenarnya terjadi, Mama?”“Dia bukan Papa Andrew,” sahut Karem, “Pria jahat sepertinya tidak pantas sama sekali menjadi Papa Andrew. Sampai kapanpun, Andrew akan menjadi putra Papa.”“Tapi Paman jahat itu selalu mengaku sebagai Papa Andrew. Apa benar?”“Jadi Andrew mau menjadi putranya?”“Tidak... Andrew tidak mau punya Papa jahat seperti itu.”“Kalau begitu jangan takut. Papa akan jaga Andrew dari orang jahat itu,” Karem menggenggam tangan Sofia. Ucapan itu juga untuk Sofia.“Andrew sangat takut, Papa. Mama pergi menemui Kakek, Andrew cari Papa ke mana-mana tapi tidak ada.”“Apa?” Karem berbalik, “Ayahku memanggilmu?”Sofia mengangguk, “Bisakah kita bicarakan hal ini nanti saja? Aku tidak ingin membua
Read more