“Kael, ayo temani aku sebentar. Aku ingin melihat sesuatu!”Aruna menarik ujung kemeja Kael, membuat sang pangeran sedikit terkejut.“Apa?”“Pokoknya ikut.”Kael akhirnya menurut dan membiarkan Aruna membawanya menjauh dari keramaian menuju sudut taman yang lebih sepi.Namun, karena Aruna terus menarik bagian bawah kemejanya, beberapa kancing bagian atas pakaian Kael ikut terbuka. Kael baru menyadarinya setelah mereka berhenti.Aruna hendak berbicara, tetapi pandangannya tanpa sengaja jatuh pada kemeja Kael yang sedikit berantakan. Wajahnya langsung memerah.“Ah…”Ia segera mengalihkan pandangan.“Maaf. Aku tidak sengaja.”Kael melihat pakaiannya, lalu terkekeh.“Kalau begitu, benarkan dong.”Aruna mendengus pelan.“Iya, iya.”Dengan sedikit malas, ia membetulkan kembali kancing kemeja Kael.“Ada apa sebenarnya?” tanya Kael.Aruna mengangkat wajahnya. Karena perbedaan tinggi badan mereka, ia sedikit berjinjit.Kael yang sudah memahami maksudnya langsung menundukkan kepala agar lebih d
Ler mais